Hepatitis B

Hepatitis B adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Virus Hepatitis B (HBV). Hepatitis B merupakan gangguan hati yang paling umum di dunia, khususnya di sekitar populasi Asia, dan merupakan penyebab utama sirosis hati dan kanker hati.Lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HBV kronis.

Infeksi ini memiliki dua fase:

  • Hepatitis B akut hanya bertahan dalam periode waktu yang singkat dan pasien biasanya benar-benar pulih. Tidak ada galur HBV dalam darah.

HBV dapat bertahan setidaknya selama tujuh hari di luar tubuh.

 

Bagaimana saya bisa terinfeksi?

HBV ditularkan melalu kontak atau paparan langsung ke darah, cairan tubuh dan organ yang didonorkan dari orang yang terinfeksi. HBV umumnya ditularkan melalui:

  • Seks tanpa pengaman
  • Jarum suntik
  • Jarum tindik badan, tato yang terkontaminasi
  • Transfusi darah
  • Jarum akupunktur yang tidak steril
  • Alat medis/gigi yang tidak steril
  • Perih dan luka yang terbuka

Bentuk penularan yang paling umum di Asia adalah ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat melahirkan. Bayi yang terinfeksi memiliki 90% peluang mengembangkan infeksi kronis.
 

Juga terdapat populasi dengan risiko tinggi terinfeksi HBV karena latar belakang etnik, pekerjaan atau pilihan gaya hidup mereka:

  • Penyedia pelayanan kesehatan dan pusat tanggap darurat
  • Orang-orang yang menderita penyakit yang ditularkan secara seksual (STD
  • Individu yang berganti-ganti pasangan
  • Pecandu narkoba
  • Orang yang tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi
  • Penerima transfusi darah sebelum tahun 1970
  • Orang yang menderita penyakit hati kronis
  • Pasien dialisis ginjal
  • Imigran dan anak-anak imigran dari negara endemik seperti Asia, Kepulauan Pasifik, Amerika Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur

 

Gejala

Hepatitis B dikenal sebagai infeksi “diam” karena biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Banyak orang merasa sehat dan tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi dan tanpa diketahui menularkan virus ke orang lain. Dalam contoh lain, gejala sangat ringan dan dikira flu. Kehilangan nafsu makan, kelelahan, nyeri sendi atau otot dan mual mungkin dapat terjadi. Gejala ini dapat diikuti dengan rasa sakit di perut bagian kanan atas, urin yang berwarna gelap, tinja yang berwarna lempung gelap dan muncul penyakit kuning. Gejala dapat berkembang dalam 30 hingga 180 hari (periode inkubasi) dari saat paparan terhadap virus.

Pasien Hepatitis B kronis jarang menunjukkan gejala pada stadium awal. Saat gejala muncul, kemunculan ini biasanya diakibatkan kerusakan hati yang disebabkan oleh infeksi:

  • Asites (akumulasi cairan dalam perut)
  • Kebingungan, kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Dehidrasi
  • Penyakit kuning yang terus menerus
  • Muntah darah

 

Diagnosis

Tes darah diperlukan untuk mendiagnosis infeksi Hepatitis B. Tes ini juga akan membantu dalam menentukan apakah pasien merupakan pembawa atau menderita Hepatitis B akut atau kronis.

Jika seseorang diduga menderita infeksi kronis, tes tambahan reguler akan diperlukan:

  • Biopsi hati – untuk menentukan tingkat peradangan dan pelukaan hati
  • Ultrasound – untuk menentukan kondisi hati

Blood-test

 

Komplikasi

Komplikasi yang jarang terjadi pada infeksi Hepatitis B akut adalah hepatitis fulminan, kondisi parah yang mengancam kehidupan.

Infeksi kronis dapat menyebabkan sirosis hati, kanker hati, liver failure dan kematian.

Cirrhotic-liver

 

Pengobatan

Saat ini, tidak ada obat untuk infeksi Hepatitis B namun terdapat pengobatan yang tersedia untuk menekan atau memusnahkan virus dan mencegah perkembangan kerusakan hati.

Dalam infeksi Hepatitis B akut, tindakan pendukung untuk melawan gejala yang tampak telah diresepkan. Pasien benar-benar pulih dalam enam bulan dan mengembangkan kekebalan seumur hidup.

Hepatitis B kronis sekarang dapat diobati dengan obat-obatan antiviral khusus yang menekan virus. Tes diagnostik dan laboratorium rutin dan tinjauan seorang dokter diperlukan untuk memantau tingkat virus dalam darah dan untuk mendeteksi sirosis atau kanker hati sedini mungkin.

Jika seseorang terinfeksi dengan HBV dan berencana untuk hamil, dokternya akan mengatur untuk melindungi bayi dengan Imuno Globulin Hepatitis B (HBIG) dan memvaksinasi bayi yang baru lahir dalam 12 jam kelahiran.

 

Pencegahan

  • Vaksinasi Hepatitis B atau gabungan vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B
  • Imuno Globulin Hepatitis B (HBIG) – jika seseorang tidak divaksinasi dan telah terpapar virus
  • Melakukan seks yang aman
  • Jangan berbagi jarum, alat cukur pribadi (misalnya sikat gigi, razor) atau alat pemotong dengan orang yang terinfeksi
  • Hindari kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh
  • Gunakan jarum yang baru dan disterilkan untuk tindik badan, tato dan akupunktur

 

Prognosis

Prognosis Hepatitis B akut adalah baik, pemulihan berhasil dan pasien mengembangkan kekebalan seumur hidup melawan HBV.

Pasien yang menderita infeksi Hepatitis B perlu ditinjau oleh spesialis hati secara rutin untuk menahan perkembangan sirosis dan kanker hati. Pantangan terhadap alkohol dapat mencegah hati yang meradang yang semakin parah. Menu makan seimbang yang sehat telah menunjukkan meningkatkan hasil infeksi Hepatitis B kronis.