Penyakit Hati Alkoholik

Penyebab & Faktor Risiko

Penyakit Hati Alkoholik (ALD) merupakan kerusakan hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih.

  • Penyalahgunaan dan konsumsi alkohol yang berlebihan dalam periode waktu yang lama dapat menyebabkan ALD. Hampir semua alkohol yang dikonsumsi dimetabolis dalam hati. Jika konsumsi alkohol lebih besar daripada laju metabolisme, kemungkinan potensi perkembangan ALD semakin besar. Laki-laki yang meminum lebih dari 80 g dan perempuan yang meminum lebih dari 40 g alkohol per hari selama 10 tahun berisiko tinggi. Perempuan lebih rentan terhadap perkembangan sirosis pada usia lebih muda, menunjukkan gejala pada stadium lanjut dan memiliki lebih banyak komplikasi dibandingkan pada laki-laki.
  • Faktor genetik memainkan peran dalam perkembangan ALD.
  • Kekurangan gizi dapat berkontribusi pada penyakit hati dan penyakit ini berkembang sebagai hasil nolnya kalori dalam alkohol, kehilangan nafsu makan, malabsorpsi (penyerapan gizi yang tidak mencukupi).

 

Terdapat tiga jenis utama kondisi hati yang berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol. Pasien dapat mengalami tiga gangguan tersebut dalam perkembangan alami penyakit, atau mengalami salah satu atau semuanya dalam waktu yang sama.

Alcoholic-liver-disease

  • Hati berlemak (steatosis) dalah akumulasi lemak yang berlebihan dalam hati. Perubahan metabolis dalam hati dapat menyebabkan peningkatan tumpukan trigliserida di dalam sel-sel hati. Hati dapat menjadi semakin besar, menyebabkan ketidaknyamanan di perut bagian kanan. Dalam hati tersebut, biasanya tidak serius dan dapat dipulihkan dengan pantangan terhadap alkohol. Hati berlemak tidak spesifik terhadap konsumsi alkohol. Penyakit ini juga umum ditemukan pada orang yang menderita obesitas, anoreksia, diabetes dan efek samping obat-obatan tertentu.
  • Hepatitis alkoholik adalah peradangan hati dan juga dikenal sebagai steatohepatitis alkoholik. Penyakit ini dapat diakibatkan oleh tahap perkembangan dari hati berlemak atau penyebab langsung konsumsi alkohol yang berlebihan. Gejala dapat berkisar dari gejala ringan hingga parah. Hepatitis alkoholik akut dapat disembuhkan dengan pantangan terhadap alkohol namun pemulihannya lambat. Hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis hati dan gagal hati.
  • Sirosis alkoholik adalah tahap akhir ALD dan tidak dapat disembuhkan. Jaringan normal secara bertahap diganti oleh jaringan luka, yang memengaruhi fungsi hati secara parah. Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit hati stadium-akhir (gagal hati).

Risiko jenis penyakit hati lainnya meningkat seiring jumlah dan durasi asupan alkohol.

 

Gejala

Gejala ALD tergantung pada stadium penyakit meskipun umumnya tidak menunjukkan gejala apa pun bahkan dalam stadium lanjut.

Hati berlemak biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejalanya ambigu seperti kelelahan, mual dan nyeri di perut bagian kanan.

Dalam kasus umum hepatitis alkoholik, kekurangan gizi dan turunnya berat badan tampak jelas. Dalam kasus paling parah, gejala dapat dipercepat akibat komplikasi.

Karena sebagian besar gejala tersebut berkaitan dengan kondisi medis lainnya, maka selalu dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Diagnosis

Karena karakteristik hati berlemak, hepatitis alkoholik dan sirosis saling bertumpang tindih, serangkaian prosedur diperlukan untuk menentukan diagnosis yang tepat.

  • Pemeriksaan fisik – hati cenderung semakin besar dan lunak
  • Tes darah – Jumlah darah penuh (FBC) dan tes fungsi hati (LFT) membantu menentukan apakah ada peradangan atau kerusakan dalam hati
  • Ultrasound dan Biopsi hati – membantu mengidentifikasi keparahan penyakit hati

 

Pengobatan

Pengobatan terapeutik paling utama adalah pantangan terhadap alkohol. Selain itu, makanan bergizi dapat membantu menghilangkan hati berlemak. Juga diketahui bahwa orang yang tiba-tiba menghentikan asupan alkohol yang berlebihan mengembangkan masalah yang dapat menjadi lebih menekan. Oleh karena itu, disarankan untuk mengunjungi dokter untuk mendiskusikan cara untuk mengatasi gejala penghentian alkohol. Penyakit ini perlu dinilai pada basis harian, dikenali, dan diobati secara tepat. Pasien yang menderita hepatitis alkoholik dan sirosis parah biasanya memiliki komplikasi yang menyertai. Komplikasi tersebut perlu ditangani dan diobati secara tepat. Transplantasi hati merupakan pilihan pengobatan untuk pasien yang menderita ALD stadium-akhir.

 

Komplikasi

Komplikasi parah dapat terjadi setelah beberapa tahun mencandu alkohol, dan dapat menjadi serius dan mengancam-hidup.

Gross-ascites-with-portal-hypertension
Gross ascites with portal hypertension

  • Ensepalopati hepatik berbahaya pada otak dan sistem saraf yang terjadi sebagai komplikasi penyakit hati. Penyakit ini dapat menyebabkan koma dan kematian. Delapan dari 10 pasien meninggal jika terjadi koma.
  • Hipertensi porta dengan pendarahan varises dapat pecah, menyebabkan syok dan berakibat fatal.
  • Splenomegali adalah pembengkakan limpa.
  • Asites (akumulasi cairan dalam perut) dapat menyebabkan infeksi lanjutan dalam perut.
  • Pendarahan dari vena dala esofagus (varises)
  • Gagal ginjal
  • Kanker hati

 

Fakta Gizi

Makanan berkarbohidrat tinggi dan berkalori tinggi membantu menurunkan pemecahan protein dalam tubuh. Vitamin, khususnya B1 dan asam folat, terkait dengan penyembuhan.

 

Prognosis

Pantangan terhadap alkohol merupakan fondasi terapi bagi pasien yang menderita penyakit hati terinduksi-alkohol. Program rehabilitasi atau konseling alkohol diperlukan untuk memutus kecanduan alhohol. Saat hati berlemak tidak terkait dengan hepatitis alkoholik, prognosisnya baik. Pecandu yang berkelanjutan terkait dengan harapan hidup yang lebih singkat ditambah dengan berbagai komplikasi. Transplantasi hati kemudian diperlukan untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik dan lebih panjang.