Kanker Pankreas

Pankreas adalah kelenjar yang terletak di bagian atas belakang perut di bawah dan di belakang lambung. Mengandung sel eksokrin, yang memproduksi enzim untuk pencernaan makanan, dan sel endokrin, yang menghasilkan hormon untuk regulasi kadar gula darah. Pankreas memiliki tiga bagian utama; kepala, badan dan ekor. Kepala pankreas terletak di samping saluran empedu (yang mengalirkan empedu dari hati) dan duodenum (bagian pertama dari usus).

Kanker pankreas terjadi saat sel-sel dalam pankreas tumbuh tak beraturan atau tanpa kendali. Pertumbuhan yang ganas ini berpotensi untuk meningkatkan ukurannya, menyerang struktur di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jenis yang paling umum dari kanker pankreas adalah adenokarsinoma.

Faktor Risiko

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan kanker pankreas:

  1. Usia (orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi)
  2. Merokok atau mengonsumsi tembakau (mengunyah daun tembakau)
  3. Riwayat keluarga dengan kanker pankreas (keturunan)
  4. Obesitas
  5. Kista pankreas prakanker

Gejala

Pada stadium awal, kanker pankreas cenderung tidak menunjukkan gejala (tidak ada tanda-tanda peringatan). Seiring tumbuhnya kanker, gejala berikut mungkin dialami:

  1. Nyeri perut bagian atas atau belakang
  2. Menguningnya mata dan kulit (penyakit kuning)
  3. Urin berwarna seperti teh
  4. Tinja berwarna pucat atau diare
  5. Hilangnya selera makan
  6. Penurunan berat badan
  7. Mual dan muntah

Beberapa gejala di atas dapat disebabkan oleh kondisi medis yang lebih umum lainnya; oleh karena itu penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Diagnosis

Bagian pertama proses diagnosis adalah evaluasi medis dari gejala Anda, riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik oleh dokter Anda. Setelah itu, tes dan pemeriksaan berikut dapat dilakukan:

  1. Tes darah
  2. CT (computed tomography) scan
  3. MR (magnetic resonance) scan
  4. Endoskopi – EUS (endoscopic ultrasound) +/- biopsi/aspirasi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatogram)
  5. PTC (percutaneous transhepatic cholangiogram)
  6. PET-CT (positron emission tomography-computed tomography)

Pengobatan

Hasil dari investigasi di atas akan menentukan stadium dari kanker pankreas. Stadium ditentukan oleh ukuran kanker dan luasnya penyebaran. Pengobatan tiap stadium biasanya melibatkan kombinasi dari terapi di bawah ini.

  1. Pembedahan
    Untuk kanker pankreas stadium awal tanpa ada penyebaran ke organ lain (dapat dibedah), kesempatan terbaik untuk penyembuhan adalah dengan operasi pengangkatan kanker. Hal ini mungkin termasuk operasi berikut:

    1. Prosedur Whipple – pengangkatan kepala pankreas, duodenum, saluran empedu, kantung empedu
    2. Pankreatektomi distal – pengangkatan badan dan ekor pankreas, limpa
    3. Pankreatektomi total – pengangkatan seluruh pankreas, duodenum, saluran empedu, kantung empedu, limpa. Kadang-kadang, pembedahan dapat dilakukan untuk meredakan gejala bahkan jika kanker tidak dapat dioperasi (meringankan) karena dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran empedu dan lambung.
  2. Kemoterapi / Radioterapi
    Kemoterapi adalah bentuk utama pengobatan pada kasus kanker pankreas yang tidak dapat dioperasi. Akan tetapi, kemoterapi juga umum digunakan untuk menyelesaikan pengobatan setelah operasi pengangkatan kanker, atau diberikan sebelum operasi dengan harapan bahwa ini akan mengecilkan kanker. Obat-obat tersebut mungkin dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet atau diberikan melalui infus. Kemoterapi dapat digabungkan dengan radioterapi di mana pengobatan radiasi diarahkan untuk kanker.

Prognosis

Hasil terbaik pada pengobatan terlihat pada pasien yang datang ke dokter ketika menderita kanker pankreas stadium awal saat mereka setuju untuk operasi pengangkatan. Bahkan dalam kasus yang tidak dapat dioperasi, terdapat pengobatan untuk memperpanjang kelangsungan hidup, meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.