Kanker Saluran Empedu

Kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) terjadi saat sel-sel dalam saluran empedu tumbuh tak beraturan atau tanpa kendali. Empedu merupakan cairan yang dihasilkan oleh hati untuk membantu pencernaan lemak. Empedu mengalir dari hati melalui beberapa saluran empedu yang menyatu ke saluran utama (saluran hepatik umum). Kantung empedu terhubung ke saluran hepatik umum melalui saluran kista yang kemudian mengalir ke dalam saluran empedu dan duodenum (bagian pertama dari usus halus).

Kanker saluran empedu dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan lokasi tumor:

  1. Intrahepatik – saluran empedu dalam hati
  2. Hilar – saluran empedu tepat di bawah hati
  3. Distal – saluran empedu di dekat penggabungan duodenum

Pertumbuhan ganas ini berpotensi untuk meningkatkan ukuran, menyerang struktur di sekitarnya dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Jenis kolangiokarsinoma hilar dan distal cenderung untuk menyumbat saluran karena seiring pertumbuhannya menyebabkan penyumbatan aliran empedu dari hati ke usus.

Faktor risiko

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan kanker saluran empedu:

  1. Penyakit yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran empedu yaitu kolangitis sklerosis primer, batu empedu, kista koledokal
  2. Usia (orang tua memiliki risiko lebih tinggi)
  3. Infeksi cacing hati (parasit)
  4. Riwayat keluarga kanker saluran empedu
  5. Obesitas

Gejala

Pada stadium awal, kanker saluran empedu cenderung tidak menunjukkan gejala (tidak ada tanda-tanda peringatan). Seiring tumbuhnya kanker, gejala berikut mungkin dialami:

  1. Menguningnya mata dan kulit (penyakit kuning)
  2. Urin berwarna seperti teh
  3. Tinja berwarna pucat
  4. Nyeri perut bagian atas atau belakang
  5. Hilangnya selera makan
  6. Penurunan berat badan
  7. Mual dan muntah

Beberapa gejala di atas dapat disebabkan oleh kondisi medis yang lebih umum lainnya; oleh karena itu penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Diagnosis

Bagian pertama proses diagnosis adalah evaluasi medis dari gejala Anda, riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik oleh dokter Anda. Setelah itu, tes dan pemeriksaan berikut dapat dilakukan:

  1. Tes darah
  2. CT (computed tomography) scan
  3. MR (magnetic resonance) scan
  4. Kolangiopankreatogram retrograde endoskopi(ERCP)
  5. PTC (percutaneous transhepatic cholangiogram)
  6. PET-CT (positron emission tomography-computed tomography)

Pengobatan

Hasil dari pemeriksaan di atas akan menentukan stadium dari kanker saluran empedu. Stadium ditentukan oleh ukuran kanker dan luasnya penyebaran. Pengobatan tiap stadium biasanya melibatkan kombinasi dari terapi di bawah ini.

  1. Pembedahan
    Untuk kanker pankreas stadium awal tanpa ada penyebaran ke organ lain (dapat dibedah), kesempatan terbaik untuk penyembuhan adalah dengan bedah pengangkatan kanker. Operasi ini dapat dilakukan tergantung pada jenis dan lokasi tumor:

    1. Intrahepatik – reseksi segmen hati di mana tumor berada, kantung empedu
    2. Hilar – reseksi saluran empedu di luar hati, segmen hati, kantung empedu
    3. Distal – reseksi saluran empedu, kepala pankreas, duodenum, kantung empedu. Kadang-kadang, pembedahan dapat dilakukan untuk meredakan gejala bahkan jika kanker tidak dapat dioperasi (meringankan) karena dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran empedu dan lambung.
  2. Kemoterapi / Radioterapi
    Kemoterapi adalah bentuk utama pengobatan pada kasus kanker pankreas yang tidak dapat dioperasi. Akan tetapi, kemoterapi juga umum digunakan untuk menyelesaikan pengobatan setelah operasi pengangkatan kanker. Obat-obatan tersebut dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet atau diberikan melalui infus. Kemoterapi dapat digabungkan dengan radioterapi di mana pengobatan radiasi diarahkan untuk kanker.

Prognosis

Hasil terbaik pada pengobatan terlihat pada pasien yang datang ke dokter ketika menderita kanker pankreas stadium awal saat mereka setuju untuk operasi pengangkatan. Bahkan dalam kasus yang tidak dapat dioperasi, terdapat pengobatan untuk memperpanjang kelangsungan hidup, meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.